Kisah Bisnis Online M-Stars Group Joseph Edi Lumban Gaol

Kisah Bisnis Online M-Stars Group Joseph Edi Lumban Gaol

duniabisnisonline.web.id – Kisah Bisnis Online M-Stars Group Joseph Edi Lumban Gaol, Joseph memulai karirnya dalam industri mobile pada tahun 1997 di perusahaan telekomunikasi XL Axiata. Di sana, karirnya menanjak hingga ia menduduki jabatan senior product manager.

Ia memegang posisi tersebut selama dua tahun hingga akhirnya memutuskan berhenti pada tahun 1999 untuk memulai usahanya sendiri. Pada tahun 2000, Joseph mendirikan M-Stars Group, salah satu pelopor penyedia konten mobile di Indonesia yang hingga kini memiliki lebih dari 150 karyawan serta membawahi lima perusahaan cabang yakni AdStars, VOX, dr.m, PoPs, dan m360.

Perjalanan startup Joseph

Joseph memulai M-Stars sebagai penyedia jasa aplikasi untuk bank BCA, salah satu bank terbesar di Indonesia. Jasa yang disediakannya memungkinkan nasabah BCA untuk melakukan transaksi melalui handphone. Saat itu adalah tahun 2000 dan M-Stars merupakan penyedia pertama yang memberikan jenis layanan seperti ini. Kata Joseph, pada awalnya memang tidak mudah, karena saat itu sulit untuk meminta bank bekerjasama dengan sebuah perusahaan, terlebih lagi sebuah perusahaan startup. Bagaimanapun juga, ia tahu bahwa ia harus mengatasi tantangan tersebut untuk melakukan terobosan baru dalam usahanya. Joseph berkata, ia berhasil menemukan cara terbaik untuk mengatasi tantangan tersebut.

Baca juga : Kisah Bisnis Online Magnivate Group Kevin Mintaraga

Mengenai MOU-nya dengan pihak XL, Joseph berkata, ia memberi gagasan kepada pihak XL bahwa dengan menyetujui kerjasama tersebut, XL dapat menjadi operator pertama yang meluncurkan fasilitas mobile banking bagi pelanggannya. Selain itu, Joseph juga memberitahu XL bahwa melalui bekerjasama dengan BCA, yang pada saat itu memiliki delapan juta nasabah, XL dapat meningkatkan citra mereknya dan menjadi unggul dari para pesaingnya.

Terlepas dari kerjasamanya dengan XL dan nilai proposisi yang ditawarkan, Joseph perlu menunggu selama sembilan bulan hingga BCA akhirnya setuju untuk memakai jasa M-Stars. Mungkin memang terkesan lama, namun sesungguhnya ini adalah sesuatu yang layak dinantikan. Kerjasama tersebut membawa M-Stars ke wilayah yang asing namun menguntungkan, sebuah wilayah yang memiliki hambatan yang tinggi untuk dimasuki (high barrier entry).

Bagaimanapun juga, kerjasama tersebut tidak berlangsung lama. Kerjasama antara M-Stars dengan BCA terpaksa dihentikan karena pada tahun 2005, BCA ingin mengendalikan jasa mobile banking-nya sendiri. Karena M-Stars dikeluarkan secara paksa, kesepakatan yang dicapai tidak begitu menguntungkan. Joseph merasa bahwa ia perlu menjual saham bagiannya karena pengaruh M-Stars masih kecil, sehingga tidak mampu menegosiasikan kesepakatan yang lebih menguntungkan.

Joseph pun menjual seluruh sistemnya kepada BCA. Untungnya, sebelum kerjasama dengan BCA terhenti, M-Stars telah berkembang menjadi penyedia konten seluler untuk perusahaan-perusahaan telekomunikasi, serta telah mengembangkan arus pendapatan yang substansial. Tanpa itu, kerjasama yang terputus dengan BCA bisa saja membuat M-Stars bangkrut secara total.

Melalui perjalanan kewirausahaan Joseph, saya menyadari adanya kesamaan antara banyak perusahaan startup di Asia: perusahaan-perusahaan ini mengambil proyek-proyek konsultasi dan outsource untuk bertahan hidup, sembari bekerja keras membangun produknya sendiri. Saya percaya bahwa pendekatan ini akan terus berlanjut. Mempunyai rencana yang lebih bagus untuk startup Anda sangat diperlukan bagi startup di kawasan ini, karena program-program bantuan dana tidak banyak terdapat di negara-negara Asia.

Related posts