Kisah Bisnis Online SITTI Andy Sjarif

Kisah Bisnis Online SITTI Andy Sjarif

duniabisnisonline.web.id – Kisah Bisnis Online SITTI Andy Sjarif, Perjalanan Andy sebagai entrepreneur dimulai pada 1997 ketika ia masih berada di Amerika Serikat. Perusahaan pertamanya adalah perusahaan konsultan analitik CRM yang membantu perusahaan dengan segmentasi dan analisis database pelanggan.

Meski startup tersebut akhirnya gagal, Andy mendapatkan banyak pengalaman dan pelajaran yang akhirnya menginspirasinya untuk mendirikan SITTI, jaringan iklan intuitif, menyajikan berbagai iklan yang relevan dengan situs dan melakukan pencarian berdasarkan kata kunci yang digunakan singkat kata, ini merupakan sebuah Google Adsense yang disajikan dalam Bahasa Indonesia.

Baca juga : Kisah Bisnis Online Jatis Group Izak Jenie

Ketika sedang berada di Jakarta, saya bertemu Andy Sjarif, founder dari SITTI – sebuah startup dari Indonesia yang masih berusia tiga tahun. Andy merupakan sosok yang sangat bersahabat, berkemauan keras, pandai berbicara, serta merupakan ayah dari dua orang putri.

Di awal usia empat puluh tahunnya, semangat dan energi Andy masih sama dengan para entrepreneur muda yang pernah saya temui. Ia kerap diminta berbicara di event entrepreneur, dan memiliki pandangan kuat mengenai bagaimana seharusnya kinerja sebuah startup di Indonesia.

Startupnya, SITTI, adalah jaringan iklan intuitif, menyajikan berbagai iklan yang relevan dengan situs dan melakukan pencarian berdasarkan kata kunci yang digunakan; singkat kata, ini merupakan sebuah Google Adsense yang disajikan dalam bahasa Indonesia. Saat ini, SITTI memiliki 47 orang karyawan, dan mendapatkan investasi dari 13 angel investor di Indonesia.

Pada 2010, akhirnya Andy berhasil merilis SITTI dalam perulangan keempatnya setelah mendapatkan investasi dari 13 angel investor di Indonesia. Mengingat saat pertama kali ia menulis rencana bisnisnya, dibutuhkan lebih dari sepuluh tahun bagi Andy untuk kemudian merilis SITTI.

Apa yang membuatnya membutuhkan waktu begitu lama? Andy menceritakan bahwa penundaan tersebut merupakan imbas dari kesiapan pasar untuk produk semacam itu, dan adanya berbagai momen yang disayangkan seperti masuknya gelombang ‘dot com’, krisis keuangan Asia, dan insiden 9-11 yang kemudian menghambat prosesnya. Meski demikian, keterlambatan ini membuatnya lebih “lapar” akan kesuksesan dan keyakinannya terhadap pertumbuhan produknya

SITTI melakukan permulaan yang eksplosif, melayani hingga 22 juta tayangan iklan setiap harinya pada tahun pertamanya. Dengan menjadi jaringan iklan, ia dapat menghasilkan uang dengan mudah. Namun, pada tahun kedua dan ketiga, monetasinya tidak berkembang dan penyebabnya sungguh mencengangkan tim yang ada saat itu.

Mengetahui hal ini, Andy mendirikan Nurbaya Initiatives, sebuah gerakan non-profit yang dikumpulkan dari perusahaan teknologi lokal lain dalam industri e-commerce dan LSM lain, seperti Bank Dunia, untuk membantu bisnis tradisional belajar lebih banyak mengenai internet dan bagaimana mereka dapat memanfaatkannya untuk perkembangan bisnis mereka. Ini tentunya merupakan inisiatif mulia Andy, dan dengan statistik yang ia paparkan, gerakan ini bukan hanya akan mempercepat pertumbuhan industri e-commerce di Indonesia, melainkan juga membawa nilai tertentu bagi ratusan ribu UKM di Indonesia yang kondisinya belum begitu berkembang sehingga, tentu saja, menciptakan lebih banyak pelanggan potensial untuk SITTI.

Jadi, apa pandangannya mengenai kondisi startup saat ini? Berikut adalah pandangan Andy mengenai bagaimana kinerja yang seharusnya dilakukan startup di Indonesia

Related posts